Umur #KotaBENGKULU di tahun 2018 menginjak angka 299 tahun, yang artinya tegak menjadi sebuah kota di tahun 1719 tepat selesainya pembangunan benteng Fort Marlborough pada era pimpinan gubernur Joseph Callet sebagai benteng pertahanan Inggris.
Catatan sejarah kota BENGKULU tak jauh beda dengan kota-kota di pesisir sumatera atau jawa yang pernah menjadi pangkalan militer dan ekonomi untuk para penjajah, baik inggris, spanyol, portugis, belanda maupun jepang.
Salah satu peninggalan yang seumur dengan kota bengkulu adalah benteng Fort Marlborough, namun ada peninggalan yang terlupakan yang juga menjadi saksi sejarah berdirinya kota bengkulu, yaitu anggrek vanda hookeriana yang petama kali di identifikasi pada 1856 dan penamaanya atas penghargaan kepada Sir William Jackson Hooker, seorang gurubesar botani pada abad ke-18 yang pernah menjabat sebagai direktur Kebun Raya Kew, Inggris.
Pada tahun 1882 anggrek ini dinobatkan sebagai "Ratu Anggrek" dan mendapat hadiah "First Class Certificate" dari pemerintah Inggris,
Keberadaan Danau dendam tak sudah merupakan bagian dari sejarah kota bengkulu, karena Dam (bendungan) danau ini di bangun pada era penjajah di jaman tahun 1936 Danau Dendam Tak Sudah ditetapkan sebagai cagar alam dengan luas 11,5 hektare oleh Pemerintah Hindia Belanda.
Yang membuat pemerintah belanda tertarik dalam membuat kawasan lindung dan di tetapkan sebagai cagar alam, karena menjadi daerah tangkapan air dan menjadi habitat untuk bunga vanda hookeriana, sejarah kota bengkulu tidak terlepas dengan pemerintahan inggris khususnya singapura yang menjadi bagian dari perjanjian tratat london 1824 yang menukar guling Bengkulu dengan singapura, antara belanda dan inggris.
Berdasarkan penelusuran keberadan vanda hookeriana oleh para ahli botani inggris saat itu telah dilakukan hibridasi vanda hookeriana pada tahun 1893 dan diakui henry ridley seorang ahli botani di singapura yang berkewarganegaraan inggris, dan hibridasi vanda hokeriana ini disebut anggrek Vanda 'Miss Joaquim' sebagai hibrida buatan. Vanda 'Miss Joaquim' adalah persilangan antara terung Burma Vanda (sekarang disebut Papilionanthe teres) dan Malayan Vanda hookeriana (sekarang disebut Papilionanthe hookeriana). Dan sejak 1981 vanda miss Joaquim menjadi bunga nasional negara singapura.
Kembali ke kota Bengkulu pada si mungil yang cantik vanda hookeriana, memang mengenang mantan itu terkadang menyakitkan apalagi dengan bumbu-bumbu cerita lama yang penuh romantisme, namun jika romantisme ini memiliki nilai sejarah dan dapat menjadikan sebuah kebanggaan kenapa tidak untuk si mantan ini di kembangkan di budidayakan dan menjadi aset kota bengkulu yang bisa menjadi kembanggaan ?
Ah, kerja konservasi itu tak ada uangnya, dan kerja cuma2 apalagi mana mungkin para politikus melirik untuk mejadi dagangan kampanye dalam perebutan pemimpin kepala daerah kota BENGKULU.
Mungkin saja para kandidat calon walikota saja tidak tau bagaimana bentuknya batang, bentuk bunga vanda hookeriana ini ? Apalagi mau peduli? Toh bertahun- tahun jalan lintas di danau dendam saja tak pernah mulus, selalu asa genangan dan lobang yang berjalan dimana-mana.
So, selamat ulang tahun ke 299 kota BENGKULU, mari menanti kepunahan di habitat si Vanda hookeriana.
Berharap ada niat dan kepedulian pada janji kampanye para calon walikota untuk melakukan tindakan nyata konservasi vanda hookeriana di habitatnya .


Tidak ada komentar:
Posting Komentar