Minggu, 25 Maret 2018

Sadokum stapeliiflorum (Teijsm. & Binn.) D.Tiu & Cootes 2007, Si ANGGREK SENDU



Homotypic Synonyms:


  1. Cymbidium stapeliiflorum Teijsm. & Binn., Natuurk. Tijdschr. Ned.-Indiƫ 24: 319 (1862).
  2. Grammatophyllum stapeliiflorum (Teijsm. & Binn.) J.J.Sm., Orch. Java: 487 (1905).
  3. Grammangis stapeliiflora (Teijsm. & Binn.) Schltr., Bot. Jahrb. Syst. 45(104): 53 (1911).
  4. Sadokum stapeliiflorum (Teijsm. & Binn.) D.Tiu & Cootes, Austral. Orchid Rev. 72(6): 40 (2007).


Distribution:
Malesia to New Guinea
Java, Peninsular Malaysia, Philiphine, Celebes and Sumatra 
42 JAW MLY PHI SUL SUM 43 NWG

Lifeform: 
Epiphyte

Specimen origin  : Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu
Photo courtesy   : Leicneagra

Grammatophyllum stapeliaeflorum adalah salah satu anggrek yang dapat ditemui di Indonesia. Tanaman anggrek ini dikenal sebagai anggrek sendu, atau Anggrek Ratap Tangis. Warna bunganya kusam, dan tangkai bunganya pun merunduk dan menggantung keluar pot seperti cucuran air mata.

Inilah yang membuat Grammatophyllum stapeliaeflorum unik.  Bulbnya menyerupai bulb anggrek macan (G. scriptum) hanya saja kulit permukaan luarnya tampak lebih mengkilat dan kaku seperti dilapisi plastic, berbuku tunggal dengan panjang kira-kira 14 cm, lebar 6 cm, agak memipih dengan 2-3 daun pada puncaknya. Daun berukuran cukup lebar, panjang kira-kira 35 cm yang makin menyempit kearah pangkalnya. Bunganya muncul dari dasar bulb dengan tandan bunga yang merunduk dan menggantung ke bawah. Panjang tandan bunga sekitar 30 cm. Pada tandan tersebut tumbuh sebanyak 12 kuntum bunga. Bunga berwarna coklat kelabu keunguan dengan totol-totol ungu tua, berbau tidak sedap.

Jenis ini ditemukan di hutan-hutan di Sumatera, Jawa sampai dengan Sulawesi. Tumbuh secara epifit pada pohon-pohon di hutan-hutan yang agak terbuka. Berdasarkan catatan sementara tanaman ini berbunga pada bulan-bulan Januari, Februari, Juni, Juli. Apakah waktu berbunga tersebut sama dengan berbunganya di alam masih perlu diteliti. Masa mekar bunganya antara 13-15 hari. Buah berbentuk jorong.

Grammatophyllum stapeliaeflorum merupakan satu-satunya spesies Grammatophyllum yang berarti tandan dengan posisi menggantung. Umumnya dipelihara di pot besar atau pot gantung besar dengan media tumbuh cacahan akar pakis dan sedikit sabut kelapa. Penyiraman diperlukan tetapi tidak setiap hari. Mudah dikembangbiakkan dengan anakan. Meskipun penampakan bunganya yang kurang menarik, namun anggrek ini merupakan satu-satunya anggota keluarga Grammatophyllum yang memiliki morfologi tandan dengan posisi menggantung.

Source wildorchidsumatra sandiorchid


Jumat, 23 Maret 2018

Teknik Water Culture Orchid

Teknik Water Culture Orchid

Teknik Wick atau Teknik Sumbu
Untuk seedling paling aman menggunakan teknik wick atau teknik sumbu dengan menggunakan kain flanel. Kenapa menggunakan kain flanel. Karena kain flanel cepat menyerap air dan tahan lama lembabnya. Untuk alternatif bisa juga menggunakan kain handuk.

Potongan bulbus yang ada akar-akarnya / seedling



Sediakan botol aqua lalu dipotong jadi 2 bagian. Bagian bawah diisi dengan air yang sudah diberi dengan pupuk cair dengan konsentrasi setetes pupuk cair untuk satu gelas air, sedangkan bagian atas dibalik lalu seedling disusun di leher botol aqua dan dibagian mulut botol aqua diberi kain flanel dan ada bagian kain flanel yang menembus mulut botol aqua yang berfungsi sebagai sumbu yang nantinya sumbu ini menarik ke atas untuk mensuplai air ke akar-akar anggrek seeding.


Setelah itu bagian atas botol yang telah diisi dengan seedling dan kain flanel dimasukkan ke potongan botol aqua bagian bawah yang berisi air.


Lalu setelah itu diberi sungkup untuk menjaga kelembaban, adapun lama penyungkupan dilakukan hingga keluar keikinya, dan ini harus sering dilihat untuk mencegah pembusukan bulbusnya. Akan tetapi kalau dirasa repot bisa juga tanpa penyungkupan. Untuk yang tanpa penyungkupan kemudian diletakkan di tempat yang teduh dan dingin agar air dan flanelnya tidak cepat menjadi kering.
Ada lagi yang menggunakan gelas minuman yang sudah ada tutupnya.
  
Sistem wick yang menggunakan gelas yang ada tutupnya.

Untuk kasus pseudobulb yang di WCO lalu tumbuh keiki di bagian atas pseudobulb lama kelamaan akarnya akan menjadi kering karena jauh dari air. Untuk menjaga agar keiki yang tumbuh terpenuhi kebutuhan airnya, airnya bisa kita naikkan sampai ke dekat akar. 

 Keiki tumbuh di bagian atas pseudobulb
 Lama-kelamaan keiki akarnya menjadi kering kekurangan air
 Cara pertama, untuk menjaga agar keiki yang tumbuh terpenuhi kebutuhan airnya, Airnya bisa kita naikkan sampai ke dekat akar.
Cara kedua, batang induk bisa dipotong kemudian di oles bubuk kayu manis dan dikeringkan selama 2-3 hari, baru keikinya diWCO langsung. 
 
Water Cultur Orchid Untuk Phalaenopsis
Proses mulai WCO Phalaenopsis dari dikeluarkan dari media moss dipot
  1. Dikeluarkan dari pot akar yg sudah nempel di pot agar tidak luka disemprot air atau direndam dalam air dahulu biar mudah lepas
  2. Bersihkan medianya dan akar yang mati atau busuk dipotong dengan menggunakan gunting yang steril atau bersih. Ada baiknya gunting direndam dalam fungisida untuk beberapa saat.  
  3. Cuci bersih dan oleskan betadine dibagian akar dan daun yang dipotong, lalu kemudian  diangin-angin sampai kering. Betadine berfungsi untuk mencegah agar luka potongan tidak menjadi busuk karena serangan bakteri.
  4. Siapkan tempat vas/pot kaca yg diisi air untuk WCO
  5. Masukkan anggrek ke air yg sudah disiapkan. Karena bekas potongan akar diberi betadine maka air berubah menjadi coklat karena pengaruh betadine itu sesuatu hal yang wajar. Untuk bagian akar yang masuk air hanya ¼ bagiannya saja.
  6. Cek airnya setiap minggu. Air dapat diganti setiap minggu atau tergantung keadaan apabila airnya sudah keruh. Cuci pot tempat air dengan menggunakan air yang dicampur dengan sabun cuci untuk piring.
  7. Pemupukan bisa dilakukan setiap bulan sekali. Konsentrasi pemupukan satu tetes pupuk cair untuk satu gelas air. Pastikan tidak terlalu banyak menggunakan pupuk karena al ini bisa menyebabkan akar-aar anggrek menjadi hangus. Setelah beberapa hari buang larutan pupuk lalu ganti dengan air biasa.
Pada awal perlakuan WCO ini akan ada pembusukan akar dan daun mengerut dan menguning sebagai proses adaptasi dari tanaman yang diperlakukan dengan teknik WCO ini akan tetapi kalau sudah melewati masa adaptasi maka tanaman akan survive.
Kalau yang takut batangnya tenggelam lalu batang mengalami pembusukan bisa melakukan WCO dengan kawat spiral seperti foto di bawah ini.


Dengan perlakuan WCO pada tanaman Phalaenopsis biasanya setelah 2,5 bulan akan tumbuh 2 buah daun dan akar menjadi lebih segar-segar.

 WCO tanaman Ascocentrum miniatum selama 3 minggu mulai keluar akar baru.

Paphiopedilum superbiens (Rchb.f.) Stein, 1892

Pahiopedilum superbiens dideskripsikan sebagai Cypripedium superbiens dalam Boplandia oleh H.G Reichenbach pada tahun 19855. Pendeskripsian tersebut berdasarkan tanaman yang di bawa ke Inggris oleh Rollison dan di beli oleh konsul Schiler dari Hamburg.


Paphiopedilum superbiens (Rchb.f.) Stein


Paphiopedilum superbiens (Rchb.f.) Stein

Bentuk dan warna daun Paphiopedilum superbiens (Rchb.f.) Stein

Paphiopedilum superbiens (Rchb.f.) Stein

Distribusi
Anggrek yang tersebar di sumatra ini tumbuh di serasah daun pada ketinggian 900-1.30 mdpl.

Deskripsi
Anggrek ini tumbuh hingga 40cm, daun memiliki corak loreng (bercak) hijau muda dan tua, dengan panjang 20 cm dan lebar 8 cm.

Perbungaan terdiri dari satu kuntum bunga yang helai kelopaknya ditumbuhi bulu halus. Kelopak dorsal berwarna dasar putih dengan garis vertikal ungu dan hijau tua serta hijau pucat di bavian tengah. Mahkota berwarna putih kemerahanmudaan dengan gurat ungu tua yang ditutupi bintik hitam. Bibir bunga berwarna ungu tua , sedangkan di sisi sampingnya berwarna hijau muda yang ditutupi bintik ungu tua.

Illustration
Paphiopedilum superbiens (as Cypripedium superbiens)-Xenia 2-101 (1874)



Insitu, Gunung dempo, gunung Bukit kaba, gunung patah.

sumber
1. Wildorchidsumatra
2. Asian slipper orchid

Kamis, 22 Maret 2018

WCO Solusi Buat Pecinta Anggrek Yang Super Sibuk

Apa itu WCO?

WCO (Water Culture Orchid) merupakan teknik perendaman anggrek pada air secara terus menerus guna memacu tumbuhnya tunas atau akar baru. WCO sama dengan teknik menanam hidroponik yang biasa dilakukan untuk sayur-sayuran. Di luar negeri maupun dalam negeri teknik ini menjadi sebuah gaya baru dalam memelihara anggrek bahkan sampai tumbuh besar dan berbunga.

Pada teknik WCO ini, air yang digunakan (rekomendasi dari para master WCO) disarankan air sumur (yang tidak mengandung konsentrasi kapur tinggi) dan air mineral kemasan.  Anjuran tersebut merupakan hasil pengalaman dari para pegiat WCO, mungkin bisa ditarik kesimpulan air yang mengandung pH seimbang.

Balik lagi pada pemanfaatan air mineral sisa konsumsi.
Air mineral sisa bisa dikumpulkan pada satu botol untuk persediaan media WCO pada anggrek koleksi anda. Pada kesempatan ini,saya memberikan contoh kasus anggrek yang tak kunjung keluar akar baru sejak pembelian. Akar baru tak kunjung keluar dan demi merawat anggrek agar tetap hidup maka perlu dilakukan perawatan teknik WCO.


Hal yang sangat membahagiakan adalah saat kita menyaksikan anggrek yang sedang sekarat memperlihatkan adanya tanda-tanda kehidupan berupa keluar akar baru. Treatmen WCO untuk anggrek tidak bisa dipukul rata, karena masing-masing anggrek mempunyai ketahanan dan daya hidup masing-masing. Kadang hanya beberapa hari saja sudah keluar akar baru atau tunas baru, namun bisa saja memerlukan waktu yang cukup lama untuk tumbuh akar/tunas baru. Dalam hal ini kita dituntut untuk sabar, karena itu merupakan tantangan tersendiri pagi para pecinta anggrek.


MENGAPA MEMILIH WALTER CULTURE ORCHID?
Berikut merupakan pemaparan dari salah satu anggota komunitas WCO (Wulandari Maria)



  • Gaya Hidup
      WCO sebagai alternatif perawatan anggrek yang terbilang fleksibel. Teknik ini cocok untuk para pecinta anggrek yang sering bepergian atau sibuk bekerja.



  • Kesenangan baru
Selain senang akan keindahan bunganya, munculnya akar dan tunas baru dapat kita pantau tanpa terhalang media tanam.

Alarm awal dan meminimalkan hama

Tanpa adanya media tanam, kita bisa langsung menyadari ada yang tidak beres pada pertumbuhan anggrek dengan melihat kondisi akar dan pangkal batangnya. Keunggulan tanpa media tanam dapat meminimalkan resiko anggrek terkena hama.

Tidak tergantung cuaca

Kelebihan WCO tidak tergantung pada cuaca karena anggrek diletakkan pada naungan biasanya di teras. Jadi jika hujan pun kita tidak perlu khawatir akan kehujanan.

Penghias ruangan

Anggrek yang diletakkan pada gelas cantik terlebih lagi sedang berbunga, dapat dipastikan menjadi salah satu hal yang dapat menyejukkan mata untuk dipandang.

Sebenarnya masih terdapat teknik lain dalam merawat anggrek sekarat yang akan saya tulis untuk artikel selanjutnya. Jika anda tertarik untuk mendalami teknik WCO (Water Culture Orchid) ini, bisa gabung pada komunitas WCO Indonesia (Water Culture Orchid) yang terdapat pada grup facebook. Langsung join di komunitas tersebut, anda dapat belajar langsung dan bertukar pendapat mengenai WCO. 

Bulbophyllum phaeanthum Schltr., 1911

Bulbophyllum phaeanthum Schltr

Bulbophyllum phaeanthum Schltr








Distribution:
Sumatera
42 SUM


Lifeform:
Pseudobulb epiphyte

Note :
For WOiSG this documen is rediscovery, because photo J. B. Comber taken in Orchid Show from Jambi, look unclear show the morphology.

In situ slope Mount Kaba, c. 1100 m, flowering 24 february 2013.

#source wildorchidinsumatra

Rabu, 21 Maret 2018

Nursary Anggrek kultur Jaringan

Anggrek #Grammatophyllum atau disebut #anggrekmacan ini saya beli dari botolan hasil kultur jaringan, yang diproduksi bulan mei 2017 dan dikeluarkan dari botol januari pertengahan 2018, (gambar no 2).

Selama 1,5 bulan saya sungkup agar menyerupai rumah kaca untuk proses aklimatisasi dengan merendam 2cm bagian bawah pot air + pupuk #Ramuanakarsetan, dan setelah 1,5 bulan akhirnya keluar sungkup namum masih tetap berenang dengan metode WCO #watercultureorchid merendam bagian media tanaman dan akar, pertumbuhanya menakjubkan 1 minggu tunas-tunas akar mulai betambah walau bodynya masih jungkis.

#hidupituberproses nikmati saja susah senang, sakit atau kecewa pada akhirnya bahagia itu hanya kita yang merasakan dan menikmati.

Btw ternyata gramma ini masuk PPno7th99 jenis anggrek yang dilindungi negara, lahh aku kudu pie ?

#orchidofsumatra #seedling #nursary

Si cantik langka yang tak pernah di lirik pemimpin daerah ?


Umur #KotaBENGKULU di tahun 2018 menginjak angka 299 tahun, yang artinya tegak menjadi sebuah kota di tahun 1719 tepat selesainya pembangunan benteng Fort Marlborough pada era pimpinan gubernur Joseph Callet sebagai benteng pertahanan Inggris.

Catatan sejarah kota BENGKULU  tak jauh beda dengan kota-kota di pesisir sumatera atau jawa yang pernah menjadi pangkalan militer dan ekonomi untuk para penjajah, baik inggris, spanyol, portugis, belanda maupun jepang.

Salah satu peninggalan yang seumur dengan kota bengkulu adalah benteng Fort Marlborough, namun ada peninggalan yang terlupakan yang juga menjadi saksi sejarah berdirinya kota bengkulu, yaitu anggrek vanda hookeriana yang petama kali di identifikasi pada 1856 dan penamaanya atas penghargaan kepada Sir William Jackson Hooker, seorang gurubesar botani pada abad ke-18 yang pernah menjabat sebagai direktur Kebun Raya Kew, Inggris.


Pada tahun 1882 anggrek ini dinobatkan sebagai "Ratu Anggrek" dan mendapat hadiah "First Class Certificate" dari pemerintah Inggris,

Keberadaan Danau dendam tak sudah merupakan bagian dari sejarah kota bengkulu, karena Dam (bendungan) danau ini di bangun pada era penjajah di jaman tahun 1936 Danau Dendam Tak Sudah ditetapkan sebagai cagar alam dengan luas 11,5 hektare oleh Pemerintah Hindia Belanda.

Yang membuat pemerintah belanda tertarik dalam membuat kawasan lindung dan di tetapkan sebagai cagar alam, karena menjadi daerah tangkapan air dan menjadi habitat untuk bunga vanda hookeriana, sejarah kota bengkulu tidak terlepas dengan pemerintahan inggris khususnya singapura yang menjadi bagian dari perjanjian tratat london 1824 yang menukar guling Bengkulu dengan singapura, antara belanda dan inggris.

Berdasarkan penelusuran keberadan vanda hookeriana oleh para ahli botani inggris saat itu telah dilakukan hibridasi vanda hookeriana pada tahun 1893 dan diakui henry ridley seorang ahli botani di singapura yang berkewarganegaraan inggris, dan hibridasi vanda hokeriana ini disebut anggrek Vanda 'Miss Joaquim' sebagai hibrida buatan. Vanda 'Miss Joaquim' adalah persilangan antara terung Burma Vanda (sekarang disebut Papilionanthe teres) dan Malayan Vanda hookeriana (sekarang disebut Papilionanthe hookeriana). Dan sejak 1981 vanda miss Joaquim menjadi bunga nasional negara singapura.

Kembali ke kota Bengkulu pada si mungil yang cantik vanda hookeriana, memang mengenang mantan itu terkadang menyakitkan apalagi dengan bumbu-bumbu cerita lama yang penuh romantisme, namun jika romantisme ini memiliki nilai sejarah dan dapat menjadikan sebuah kebanggaan kenapa tidak untuk si mantan ini di kembangkan di budidayakan dan menjadi aset kota bengkulu yang bisa menjadi kembanggaan ?

Ah, kerja konservasi itu tak ada uangnya, dan kerja cuma2 apalagi mana mungkin para politikus melirik untuk mejadi dagangan kampanye dalam perebutan pemimpin kepala daerah kota BENGKULU.

Mungkin saja para kandidat calon walikota saja tidak tau bagaimana bentuknya batang, bentuk bunga vanda hookeriana ini ? Apalagi mau peduli? Toh bertahun- tahun jalan lintas di danau dendam saja tak pernah mulus, selalu asa genangan dan lobang yang berjalan dimana-mana.

So, selamat ulang tahun ke 299 kota BENGKULU, mari menanti kepunahan di habitat si Vanda hookeriana.

Berharap ada niat dan kepedulian pada janji kampanye para calon walikota untuk melakukan tindakan nyata konservasi vanda hookeriana di habitatnya .